It's been quite a long time since last time i posted something here. Looking back, i remember, everytime i posted an article on this blog, there is a feeling of doubt and fear when im about to click the "publish" button. I doubted myself. I feared that people won't like my writting. I feared that mistakes on my writting will embarrass myself. But hey, i hit that publish button anyway. For that, im proud of you Thoriq!
Seeing my old posts, i was amazed on how pure i was back then. Last time i posted an article on this blog was on March this year. It's not that long ago. But oh boy, i think i have changed my mind quite much since then. I feel like a crook right now. My goals today is just a mere delusion of grandeur. I want girls, i want money, i want swag, i want respect, i want friends, i want everything that other people have. Where is my good will? when and how did i lose it?
I just entered college this year and i met so many people with various type of quality here. I think, since then, i started to meet other people's expectation of what should i do and what should i become and i started living on it. Im tearing up a bit as i write this :'(. I miss my old self. I miss my ambition. I miss my dreams. I miss the way i look into the world. I miss that time when i always tell myself "today is gonna be great!" every morning. Can you comeback man?
Aside of that, im really grateful that i have the chance to reflect on myself like this right now. Just want to let myself to know that i appreciate myself so much. You don't need people's approval to be great. You define your own happiness. You are a good man, stay be that!
Rabu, 21 Desember 2016
Kamis, 31 Maret 2016
Future Most Best Greatest Journalist?
Guys, aku baru aja dapet tugas pertama buat ngeliput suatu event. Tugas ini aku dapet dari Klub Jurnalistik Salman yang baru aku ikutin. Aku seneng dapet tugas ini karena aku ngerasa udah dapet kepercayaan dari seseorang buat ngelakuin ini. I won't screw up. I will do my best to do this job!
Post kemaren yang judulnya "Kita Kurang Mandiri" juga aku bikin karena itu tugas yang dikasih sama salah satu pengurus klub ini. Kalo kamu udah baca, pasti ada perasaan gak nyaman pas baca post itu, karena emang masih banyak kekurangannya setelah di-evaluasi sama si kakak :')
Post kemaren yang judulnya "Kita Kurang Mandiri" juga aku bikin karena itu tugas yang dikasih sama salah satu pengurus klub ini. Kalo kamu udah baca, pasti ada perasaan gak nyaman pas baca post itu, karena emang masih banyak kekurangannya setelah di-evaluasi sama si kakak :')
Sabtu, 26 Maret 2016
Kita Kurang Mandiri - 1001 Masalah Indonesia
"Indonesia dilihat dari sumber daya-sumber dayanya, bukan negara yang primitif. Kita punya potensi yang besar" ujar bapak Rahmat Burhanuddin. Beliau adalah seorang seorang aerospace engineer flight dynamic specialist di PT Dirgantara Indonesia yang sudah berdedikasi selama lebih dari 20 tahun di dunia konstruksi dan penerbangan Indonesia.
Indonesia kaya akan sumber daya alam, tetapi kita tidak maju karena sumber daya manusianya tidak berkualitas. Pernyataan itu tidak sepenuhnya benar. Kenalkah anda dengan Habibie atau ratusan tokoh asal indonesia lain yang karyanya diakui dunia? Prestasi kita sebenarnya tidak sedikit.
Masalahnya, menurut bapak yang akrab disapa Burhan ini, di Indonesia, permintaan produk-produk berkualitas tinggi masih rendah. Itulah mengapa para ahli asal Indonesia yang mempunyai ilmu dan kemampuann tinggi banyak yang berakhir bekerja di luar negri karena di Indonesia mereka tidak dapat lahan untuk digarap. Walaupun faktanya warga Indonesia masih bisa hidup damai dengan standar produk lokal yang rendah, jika dibiarkan, hal ini menjadi masalah. Kesejahteraan kita tidak akan maju, kita akan kalah bersaing, dan akhirnya kita hanya akan menjadi tujuan investasi internasional karena pekerja kita bisa dibayar murah.
Yang pertama bisa mengatur masalah ini sebenarnya pemerintah sendiri. Mereka yang sebenarnya bertugas mendorong, mengawasi, mengendalikan, dan mengelola sistem yang mendukung terjadinya kenaikan dan kemajuan standar. Kita, sebagai masyarakat bertugas untuk melaksanakan aturan yang diatur pemerintah dan memproduksi karya yang sebaik mungkin. "Kedepan kita harus mengoptimalkan peranan sumber daya, bukan hanya menguras habis."
Jumat, 25 Maret 2016
Karya Sebelum Menutup Hari
Kalau melihat kebelakang, hari ini masih penuh penyesalan. Bangun siang, jumatan telat, tugas gk dikerjain, dan gak belajar. Singkatnya, aku gk pengen hari kayak gini bakal terjadi lagi besok. Aku janji, besok bakal jadi hari yang lebih baik. Setidaknya aku pengen bisa nyelesein beberapa hal yang aku harus selesein.
Oh iya, kalian tau gak? nge evaluasi diri dengan cara nge-simulasiin lagi hal-hal yang udah terjadi hari ini dari mulai kamu bangun saat sebelum tidur bisa bikin sukses lho! itu kata tmen aku yang pinter. percaya aja ya! mangkanya aku coba mau terapin dan coba share hasil evaluasi aku hehe.
Untuk ngebuat hari ini jadi sedikit lebih bermakna, aku mau coba ambil beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kejadian-kejadian hari ini.
Oh iya, kalian tau gak? nge evaluasi diri dengan cara nge-simulasiin lagi hal-hal yang udah terjadi hari ini dari mulai kamu bangun saat sebelum tidur bisa bikin sukses lho! itu kata tmen aku yang pinter. percaya aja ya! mangkanya aku coba mau terapin dan coba share hasil evaluasi aku hehe.
Untuk ngebuat hari ini jadi sedikit lebih bermakna, aku mau coba ambil beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kejadian-kejadian hari ini.
- pelajaran pertama itu aku diingetin sama khotib jumatan bahwa ngelaksanain solat jumat tepat waktu dan tertib itu ngehapus dosa kita selama satu minggu kebelakang dan kebaikannya itu setara sama kurban onta! onta tuh mahal guys. Kebaikan dan manfaat dari melakukan hal yang harus dilakukan itu jauh lebih besar dari melakukan hal yang tidak harus. Nabung > Nraktir.
- pelajaran kedua, lagi-lagi aku masih males keluar dari zona nyaman. Tadi pagi padahal udah bangun lumayan pagi, tapi malah kalah sama ngantuk trus tidur lagi. Berangkat ke masjid juga masih nunda-nunda, akhirnya telat deh. Rasa penyesalannya berat. Buat bikin hari lebih kerasa mantep, memang harus ngorbanin kenyamanan.
- pelajaran ketiga, musik itu inspirasi bro! Pas tadi aku lagi males-malesan, aku iseng-iseng dengerin lagu-lagu populer di YouTube. Aku sempet nemu beberapa lagu yang saking enaknya sampe bikin merinding dan bertanya-tanya, kok bisa lagu ini enak banget?! Serasa bikin mood kita yang lagi sendu-sendu gak jelas jadi terang dan ceria. Aku jadi kepikiran, di balik layar, pasti orang-orang yang memproduksi lagu-lagu itu kerja keras luar biasa buat bikin karya macem gini. Aku juga mau bisa kayak mereka!
- pelajaran keempat, seburuk-buruknya hari atau hal yang udah terjadi, selalu bisa dibikin lebih baik dengan 1 tindakan berani. Aku bersyukur, walaupun hari ini banyak gagalnya, aku masih ada kekuatan buat nyempetin diri nge-evaluasi diri, ngakuin kesalahan-kesalahan sendiri, dan yang paling penting adalah memaafkan diri sendiri. Mungkin kedengerannya gak penting, tapi nerima diri sendiri dan keadaan bikin jiwa lebih tenang. Tenang = Positif, Positif menarik hal-hal positif.
Selamat datang esok yang cerah!
Langganan:
Postingan (Atom)
